Hai, aku kembali lagi dengan cerpen ke 3 ku.. seperi sebelumnya aku tetap mengambil cerita dari lagu. Kali ini inspirasiku dari lagunya ungu-IBU.
Selamat membaca yah…
Kenyataan pahit yang aku terima sungguh membuatku frustasi. di saat kebahagiaan yang aku rasakan tiba-tiba lenyap dengan peristiwa naas yang merenggut nyawa ayahku tercinta. aku dan ibuku selamat, tapi tidak dengan ayahku. entah mengapa aku tak senang bahkan aku merutuki keselamatan yang aku terima. apalagi disaat yang bersamaan seluruh aset perusahaan ayahku di sita bank, karna menurut bank ayahku terlilit hutang yang sangat besar jumlahnya. bahkan dengan aset perusahaan yang banyak itu tak juga bisa menutupi hutang-hutang ayahku. akhirnya yang aku takuti terjadi juga rumah megah, mobil mewah, serta beberapa villa kami pun ikut di rampas pihak bank dengan kejinya. aku dan ibuku di usir seperti pengemis dari rumah kami oleh orang-orang suruhan bank.
Sakit hatiku bukan karna hartaku yang telah tiada, tapi aku kehilangan sosok ayah yang paling aku sayang dan aku kagumi. tak terasa air mataku menetes mengiringi langkah kakiku yang tak pasti. Kulihat sekilas wajah ibuku yang sedang menangis, amarahku pun naik, aku berhenti berjalan berbalik menghadap ibuku dengan perasaan benci.
Puas sekarang, hah! Puas ibu telah membunuh ayah? sekarang semua harta kita ikut lenyap, tereakku dengan amarah yang tak bisa ku tahan lagi. ibuku hanya diam memandangku dengan air mata yang membanjiri kedua pipinya, aku duduk lemas di jalan yang panas, aku tak peduli dengan tatapan orang-orang yang menganggapku gila.
Kalau saja ibu tak meminta ayah untuk pergi ke bandung buat ngerayain ultah perkawinan kalian tentu ayah masih hidup, ayah tak mungkin meninggal, dan kita tak akan seperti ini. ibu memang kejam ibu egois, ibu tak perna sayang aku dan ayah, harusnya yang mati itu bukan ayah tapi ibu. tereakku sambil menunjuk wajah ibuku sendiri.
Plakkkkkkk” tamparan cukup keras mendarat di pipiku, seumur hidupku baru kali ini ibu menamparku. “kamu yang gak pantas bicara begitu, aku ini ibu mu io, ibu yang melahirkanmu. aku tak peduli bagiku ibu sudah mati tereakku meninggalkannya sendiri yang masih mematung mendengar kata-kataku.
Aku bukannya tak sayang dengan ibuku, aku sangat sayang. tapi aku belum bisa terima kenyataan kalau ayahku telah pergi meninggalkanku selamanya. kalau saja ibu tak memohon kepada ayah untuk ke bandung semua ini tak akan terjadi. dan ayah masih ada bersama kita. maafin rio bu, rio memang anak durhaka, untuk sekarang rio belum bisa terima ayah telah meninggal. rio belum bisa melihat ibu, karna setiap kali melihat ibu selalu wajah ayah yang rio lihat.
Kerena kelelahan berjalan aku singgah duduk di bawah pohon besar, aku capek berjalan tak tentu arah, akupun tak tau harus tinggal dimana. keluargak tidak ada satupun yang mau menerimaku. bahkan hanya caci maki yang aku dapatkan ketika aku menemui mereka. semua keluarga ayahku tak mau menganggap aku sebagai bagian keluarga mereka lagi. bahkan yang lebih menyakitkan lagi omaku yang sangat aku sayangi ikutan membenciku, dan menganggapku sebagai anak pembawa sial. masih teringat olehku bagaimana reaksi oma saat aku kerumahnya “ mau ngapain kamu kesini? aku tak perna mempunyai cucu sepertimu, apalagi cucu pembawa sial. gara-gara kamu dan ibumu anakku meninggal dan karna kalian berdua pun aku dan anak-anakku kehilangan pohon uang kami. Jederrrrrrrr” seperti tersambar petir hatiku mendengar pengakuan oma. ternyata oma tidak perna sayang kepadaku, bahkan oma pun menganggap ayah hanya sebagai pohon uang mereka. oma tak pantas menjadi omaku ujarku pergi meninggalkan oma yang hanya menertawaiku. ku denger teriakan oma “hei, anak pembawa sial selamat menjadi orang miskin yah, jangan perna datang kemari lagi, aku tak sudi mengakuimu sebagai cucu.
Rasa sakitku pun bertambah, aku menemui sahabat-sahabatku tapi apa yang aku terima mereka tak menganggapku lagi, bahkan mereka pura-pura tak mengenalku saat aku datang ke café tempat biasanya kami nongkrong bareng. tak hanya itu pacarku terang-terangan selingkuh dengan sahabatku sendiri, sakit hatiku melihat saat alvin dan shilla mesra-mesraan di hadapanku, dan tanpa berdosanya alvin mencium shilla. ku kepalkan kedua tanganku menahan marah, tapi aku berusaha menahan amarahku agar aku tak berbuat anarkis dan mengotori tanganku jika aku harus memukul alvin. dasar perempuan murahan sindirku sebelum meninggalkan café itu.
Tak tau harus kemana lagi ku langkahkan kakiku. karna kelelahan aku beristirahat duduk di bawah pohon yg cukup rindang, bisa buatku melepaskan semua kepenatan yang aku rasakan seharian ini. tak terasa sudah jam 9 malam, brarti sudah 5 jam aku duduk dibawah pohon ini. aku bingung mau pergi kemana. aku tak punya tujuan yang pasti. Jangankan untuk tempat tinggal, untuk makan malam pun aku tak punya uang karena semua uangku ada di tas yang tak sengaja ku tinggalkan saat aku pergi meninggalkan ibu. terpaksa malam ini aku harus nginap gratis di bawah pohon ini dengan kondisi kelaparan dan kedinginan.
Aku mencoba tidur dengan menutupi wajahku dengan kedua tanganku. aku tak ingin melihat bulan dan bintang menertawaiku menganggapku sebagai seorang pecundang yang tak bisa berbuat apa-apa untuk dirinya sendiri. masih dengan keadaan semula kurasakan langkah seseorang berjalan ke arahku tapi aku tak bergerak dari posisi awalku. MALAS itulah kata yang pantas aku katakan saat ini. aku malas mencari tau siapa orang itu, sampai akhirnya ada suara lembut memanggil namaku.
“Rio, io itu kamu yah? Panggil orang yang aku tak tau siapa dia”…
Aku mendengar suara perempuan memanggilku, walaupun agak pelan tapi aku masih bisa dengar karena memang suasana sudah sepi. aku mencoba bangun melihat siapa perempuan yang memanggilku. aku sedikit mengangkat alisku menganggap ini hanya mimpi.
“rio, kamu ngapain disini? tanya perempuan itu lagi”..
“tidur, jawabku asal sambil tersenyum miris melihat keadaanku sendiri. tiba-tiba dia memelukku, menangis di pundakku. aku cukup merasakan air matanya membasahi bajuku. gak perlu kayak gini fy,, toh aku gak apa-apa kan! aku gak akan mati walaupun semua hartaku telah di ambil. aku ini laki-laki aku tak butuh belas kasihan dari mu fy, ujarku pelan. telunjuk gadis itu menempel di bibirku, ngapain kamu sok kuat kalau akhirnya hanya bisa menyiksa dirimu sendiri. selama ini kamu anggap aku apa? aku sudah dengar semua pembicaraan mu dengan oma. kenapa kamu tak menemuiku? apa kamu anggap aku ini seperti oma? ujarnya sambil menangis. aku terus mencari mu io sampai akhirny aku menemukanmu disini.
Aku mendengar semua kata-kata ify hanya tersenyum miris. untuk apa kamu peduliin aku fy? aku gak ada gunanya yang ada aku hanya bisa membuatmu susah, kamu gak takut dekat sama anak pembawa sial sepertiku ini yang telah membunuh ay…. belum sempat aku melanjutkan kata-kataku kini mulutku di bekap tangan lembut ify. ify adalah sepupuku dan juga cinta pertamaku. mungkin ini gila karna aku mencintai sepupuku sendiri. tapi aku tak bisa menghindari semua perasaanku, aku mencintai ify dari kami masih kecil hingga aku dewasa rasa cintaku tak perna hilang walau akhirnya aku pacaran dengan shilla, tetap saja cinta itu hanya untuk ify.
Io, pulang yuk,, ajak ify membuyarkan lamunanku, aku tertawa mendengar ajakan ify. kamu ngigau yah fy? mau pulang kemana tanyaku, aku gak punya rumah fy, kamu nyindir aku yang skarang seperti gelandangan yang tak punya tempat tinggal cercaku dengan sinisnya. ku lihat ify menangis hatiku sakit melihatnya, tapi aku lebih berharap setelah dia mendengar ucapanku ify akan pergi meninggalkanku. ternyata aku salah ify bukannya pergi malah menyandarkan kepalanya di pundakku. biarkan aku tidur io, menemanimu . biar aku juga bisa ikut merasakan kepedihanmu. ku genggam tangan ify “dingin” itu yang aku rasakan. ku lihat ify tak memakai jeket begitu pun aku. ku gosok-gosokkan tangan ify dengan kedua tanganku agar ify merasa hangat. dia tersenyum, aku semakin deg degkan ketika ify menatapku. kini ify sudah batuk-batuk, aku tau ify tak bisa kena angin malam langsung seperti ini karena pasti asmanya akan kambuh.
Kamu pulang aja fy, biar aku disini aja. aku tak mau kamu sakit fy aku tak punya uang untuk membawamu ke dokter,, ujarku terbata-bata. ify menangis lagi dan itu manambah sakit hatiku, kenapa aku tak bisa membahagiakan orang yang aku cintai, umpatku dalam hati. Fy,,, pulang yah bujukku lembut, aku akan pulang io kalo kamu juga pulang balas ify. aku menarik napas, percuma saja kalo aku harus adu mulut dengan ify, toh akhirnya ify tak akan mendengarkan kata-kataku. aku memilih diam sampai beberapa menit kemudian ku lihat wajah ify sudah memucat karena kedinginan, aku takut klo asma ify kambuh lagi.
Fy,, ify bangun ayo pulang, aku anterin yah, ajakku. Kamu juga harus pulang yah io, samar-samar ku dengar ucapan ify. aku mengangguk menyetujuinya. di dalam mobil aku merasa aneh karena ify menukjukkan jalan yang bukan menuju rumah oma. sampai akhirnya mobil kami masuk di sebuah jalan kecil mobil kami berhenti di jalan raya karna kami harus berjalan kaki masuk ke sebuah gang kecil, dan aku tau tak mungkin oma mau tinggal di tempat seperti ini mengingat sifat oma. tapi kenapa ify mengajakku ke tempat ini tanyaku dalam hati. sampai di depan rumah yang sangat kecil ify menarik tanganku untuk masuk…
“Ini rumah siapa fy?”
“rumah kamu lah io, masa aku bawa kamu ke rumah orang lain”..
aku masih bingung sampai akhirnya pintu terbuka, aku menatap sinis orang di depanku yang tak lain adalah ibuku sendiri. ngapain lu disini? tanyaku… rio kok gitu, ify gak suka kamu jahat sama tante uci, mendengar ucapan ify aku hanya diam, aku gak mau jika aku marah sama ibu bisa-bisa ify pingsan, dan aku gak mau menyakiti orang yang aku cintai.
minggir lu dengan agak keras aku mendorong tubuh ibuku, aku langsung masuk ke dalam salah satu kamar tal perlu bertanya kamar ini milik siapa karena aku yakin memang kam ar ini milikku. aku membanting tubuhku, mencoba memejamkan mata, tapi entah mengapa mata ini susah untuk tidur. aku bangkit menuju salah satu meja yang terpampang foto aku,ayah, dan ibu yang lagi tertawa lepas. aku ingat foto itu di ambil sebulan yang lalu tepat di hari ulang tahunku, ayah menyempatkan waktu merayakan ulang tahunku, walaupun hanya kami bertiga tapi aku sudah sangat senang dan bahagia. air mataku kini menetes membasahi foto yang tak bernyawa dalam genggamanku. kurasakan sentuhan lembut tangan ayah mengelus kepalaku ku pejamkan mataku merasakan sentuhan kasih sayang ayah yang sangat aku rindukan.
“Io, makan dulu nak kamu pasti lapar, ayo makan sama ibu dan ify,, ajak ibuku”..
Ku buka ke dua mataku menatap sinis wanita paruh baya yang sedang berdiri di dekatku, gak usah sentuh gue ku tepis tangan ibuku. gue gak lapar, sana kluar gue enek liat muka lu lama-lama disini, kluaaarrrrrrr…. tereakku sambil mendorong ibuku kluar dari kamarku. ku dengar ibu menangis aku pun tak kuasa menahan air mataku. sekejamnya aku sama ibuku dalam hati kecilku aku merasakan sakit yang luar biasa. maafin rio bu hanya itu yang bisa ku ucapkan.
Entah mimpi ato gak samar-samar ku dengar suara berisik dari dapur, aku keluar dari kamar menuju dapur ku lihat ibuku lagi sibuk membuat kue. ku tatapi ibuku entah mengapa aku merasakan ada ayah di antara kami. seketika itu juga rasa benci itu datang lagi. heh, ngapain lu pagi-pagi gini berisik ganggu orang tidur aja tau gak. ibuku hanya tersenyum. ibu lagi buat kue io, mau ibu jual buat biayai kehidupan kita dan juga buat uang jajanmu nanti. ibu gak mau kamu kuliah tapi gak punya uang untuk jajan setiap hari. gak usah sik peduli ma gue, gue gak butuh uang lu gue masih bisa hidup tanpa uang lu,,, ujarku penuh dengan emosi. seperti biasa hanya menangis dan menangis dan itu membuatk muak, hapus air mata lu gue gak suka lihat air mata buaya lu, aku pergi meninggalkan ibu yang masih terus menangis.
Baru beberapa langkah aku berjalan tanganku di tarik, aku berbalik melihat ify memegang tangan kananku. Plakkkkkk” tamparan lagi yang ku dapati. aku tak membalasnya aku malah menatap ify. gak pantas tau gak kamu ngomong seperti itu io, ingat tante uci itu nyokap kamu, jahat kamu io dan satu yang harus kamu tau io aku paling benci sama orang yang tak berperasaan seperti kamu. Ku tepis tangan ify, klo kamu gak suka sifat gue sana pulang. ngapain lu masih disini toh lu bukan siapa-siapa gue ALYSSA SAUFIKA UMARI ucapku sinis meninggalkan ify. tanpa mereka sadari air mataku turun, aku sakit mengucapkan kata-kata kasar itu kepada ify dan ibu. dan mungkin dengan kata-kata kasar seperti itu ify bisa meninggalkanku. aku tak mau di kasihani karena aku tak mau hidup dengan belas kasihan orang terlebih lagi itu ify.
Jam 10 pagi aku bangun, sepi itulah yang aku rasakan. mungkin ibu berjualan kue dan juga ify sudah pulang ke rumah oma. aku berjalan menuju meja makan ku lihat ada sepiring nasi goring kesukaanku tanpa menunggu komando aku langsung menghabiskannya. setelah makan aku langsung mandi seingatku hari ini aku ada kuliah pagi. dengan tergesa-gesa aku naik bis menuju kampusku, ku tarik napas sebelum aku masuk ke dalam kampus agar aku bisa tenang mendengar ejekan dari semua orang. ku lewati sahabat-sahabatku (dulu, karna sekarang mereka bukan sahabatku lagi) ku dengar cercaan,hinan yang mereka lontarkan untukku. kasian yah dulu naik mobil ke kampus skarang malah jalan kaki sindir alvin. pantes aja shilla ninggalin dia miskin sih ejeknya bertubi-tubi. aku tak membalas ejekan alvin dan lainnya karena bagiku pecuma hanya membuang-buang waktu dan tenagaku kalau harus meladani mereka semua.
Aku masuk dalam kelas karena pagi ini bu winda dosen yang terkenal cukup galak membka kuliah kami. sebelum mulai bu winda memintaku ke ruang rector. aku langsung meninggalkan kelas menuju ruangan bu ira, tak sampai 5 menit aku sudah sampai. rio maaf yah kamu gak bisa kuliah disini lagi, kata itulah mengawali pertemuan kami. aku kaget tapi aku tetap tenang mendengarkan ucapan bu ira, maaf rio perusahaan ayah mu yang selama ini membiayai kuliah mu kemarin mengirim surat bahwa tak bisa lagi membiayai kuliah mu. Ggak papa kok bu, memang seharusnya seperti itu, aku tak pantas lagi kuliah disini, ucapku memotong ucapan bu ira. trima kasih bu, saya permisi dulu aku langsung meninggalkan ruangan bu ira.
Aku berjalan ke salah satu atm aku ingin mengecek berapa sisa tabunganku. masih ada sekitar 60 juta aku menarik 5 juta, ku langkhkan kaki ku menuju salah satu tempat dimana menyediakan minuman yang beralkohol. ku pesan beberapa botol minuman, tak menunggu 5 menit minuman pesananku sudah berjejer di depanku. ku teguk 1 botol seperti aku hanya meminum segelas air putih. ini pertama kalinya aku minum, mungkin aku seperti anak-anak yang menyelesaikan masalahnya dengan lari minum hingga mabok. 2 jam pun berlalu 5 juta uang di tanganku habis hanya untuk puluhan botol minuman dan tentunya beberapa butir barang haram yang tak lain adalah narkoba. entah mengapa tadi aku setuju saja ada yang menawariku barang haram itu.aku tertidr pulas sampai akhirnya aku di bangunkan sama salah satu karyawan, ku lirik jam sudah menunjukkan jam 4 pagi. dengan sempoyongan aku berjalan menuju rumah, ku ketuk pintu berkali-kali sampai akhirnya ibu mebuka pintu dan betapa kagetnya ibu melihat keadaanku yang sudah acak-acakan. rio,,,tereak ibu saat aku jatuh, ibu yang menganggatku menuju kamar entahmendapat kekuatan dari mana hingga ibu mampu membawa aku ke kamar.
2 bulan pun berlalu aku semakin terperangkap dengan dunia hitam, tabunganku ludes aku bingung bagaimana caranya aku membayar hutang-hutangku. tak heran setiap hari aku selalu di kejar-kejar orang-orng yang menagih hutang, bahkan mereka pun datang ke rumahku. hari ini aku tak sengaja melihat mereka mendatangi rumahku, dan ibulah yang menghadapi mereka, karena tak berhasil menemuiku kini ibu yang menjadi sasaran mereka. ibu di dorong, di tampar. aku hanya bisa diam di tempat persembunyianku pecundang itulah gelar yang pantas aku terima melihat ibuku di perlakukan seperti itu.
Setelah mereka pergi aku kluar dari tempat persembunyianku, aku berjalan ke rumah aku pura-pura tak mengetahui kejadian tadi, ku lihat ibu sedang mengobati luka di bibirnya. kamu sudah pulang io? aku tak menghiraukan pertanyaan ibu aku langsung masuk ke dalam kamarku. ku rebahkan tubuhku penat,lelah yang aku rasakan menjalani hidup ini. tiba-tiba saja aku kangen ify sudah 2 bulan sejak kejadian itu ify tak perna datang menemuiku. aku kangen kamu fy lirihku dalam hati. aku kangen sosok yang perhatian yang tidak peduli itu menyakitkan untuk dirinya asal oran lain bisa bahagia, yah aku merindukan sosok ify.
Ku dengar ada yang mengetuk pintu kamarku aku tak membukanya karena menurutku pasti itu ibu. tapi ketukan itu semakin keras dengan agak malas aku membuka pintu, dugaanku salah skarang yang berdiri di depanku adalah ify orang yang aku rindukan.
“ngapain kamu kesini?”..
Ify tak menjawab pertanyaanku malah memelukku erat, aku kangen kamu io 2 bulan tak bertemu aku seperti orang gila yang setiap detik,menit,jam selalu saja yang ada di pikiranku cuma kamu. io kok gak peluk ify gak kangen yah tanya ify sedikit ngambek. aku langsung memeluk ify sekencang-kencangnya, menumpahkan rasa kangenku, duduk fy aku mau ngomong serius sama kamu, ify menatapku bingung. Fy,, aku mau tanya serius gimana perasaan kamu sebenarnya sama aku, status kita fy.
“kamu maunya gimana io? Ify balik menanyaiku”..
Aku menarik napas, menghadap ke arah ify. kita ini sepupu fy tapi aku tak bisa pungkiri perasaan sayangku buat kamu bukan hanya perasaan sayang sebagai sepupu. aku sayang kamu sebagai seorang lelaki kepada perempuan. aku cinta kami fy, dari kecil aku pendam rasa ini , aku berusaha buat tak menghidupkannya lagi fy, tapi apa dayaku pupuk cinta yang kau berikan menyuburkan cinta di hatiku.aku sakit banget fy waktu aku tau kamu akan di jodohkan dengan anak teman bisnis papa. sakit hatiku fy, bahkan kamu gak perna tanya apa aku setuju kamu sama iel. hhhmmmm, tapi percuma juga kalo aku tanya toh jawabanmu tetap sama kan pasti tak akan menolak perintah oma. aku melepaskan kamu tunangan sama iel karna aku ingin melihatmu bahagia. Sssstttttttt,,, jangan di teruskan io, gak hanya kamu yang sakit. aku juga sakit io oma paksa aku untuk tunangan sama iel orang yang tidak perna aku cintai, harus kamu tau io sebelum aku menerima iel aku ke café tempat kamu dan teman-temanmu nongkrong. aku ingin mengatakan semuanya tentang perasaanku tapi apa yang aku liat kamu nembak shilla io teman aku sendiri, bodoh banget yah aku ingin mengatakan perasaan tapi malah melihat orang Yangg aku cintai mengatakan cinta sama sahabatnya sendiri.
Aku langsung memeluk ify, aku tak tahan lagi mendengar semua pengakuan ify. maafin aku fy, aku memang lelaki yang tidak berguna, tak pantas untukmu tapi harus kamu tau fy cinta ku sampai skarang tetap hanya untuk mu tak ada yang lain. ify menangis memelukku, isakannya membuat perih hatiku. Seharusnya aku tak perna manyakiti ify aku sayang ify melebihi nyawaku sendiri.
“fy, skarang hubungan kita gimana? Tanya ku lagi”..
Io kita tak bisa mengubah takdir kalau kita di takdirkan sebagai sepupu tapi kita juga tidak bisa menolak jika kita di takdirkan saling mencintai. Tuhan punya rencana sendiri memberikan kita perasaan sayang dan cinta bukan sebagai sepupu. io harus kamu ingat takkan perna ada rasa ini, cinta ini untuk orang lain. karna semua yang aku rasakan hanya untuk mu io.. fy kamu juga harus tau aku takkan perna berjanji atau bersumpah karna janji dan sumpah bisa saja aku ingkari. tapi aku akan berusaha cinta ini bukan untuk orang lain. cinta ini akan selalu hidup hanya untuk mu fy, ingat fy kalo di takdirkan kita tak akan perna bersama yakinlah kamu ALYSSA SAUFIKA UMARI akan selalu hidup dalam hatiku takkan tergantikan posisimu disini fy, di hatiku skarang dan selamanya. Ify welcome to my life!!!
Aku tak bisa menolak suasana seperti ini, membuatku tak berdaya memeluk ify. berlahan wajahku mendekati wajah ify. ku cium wangi parfum ify, kini aku dan ify hanya berjarak 1 cm. berlahan aku mengecup lembut bibir ify, 123 detik berlalu aku tersedar aku langsung menarik wajahku, kini wajah ify memerah. Fy,,, kalo kamu mau marah silakan aku gak papa kok. io tak ada yang perlu untuk aku marah, kamu gak salah.
Hari-hari pun berlalu, aku semakin tak berdaya dengan ketergantunganku pada barang haram itu, dan kini mereka semakin bringas mengejarku, sampai akhirya mereka mendapatiku sedang di rumah. mereka memukuliku sampai aku tak bisa melawan lagi, tiba-tiba ibu datang menolongku aku masih sempat menyuruh ibu untuk lari aku tak ingin ibu masuk dalam masalahku. mereka bahkan tak segan-segan membuhuhku kini pisau sudah bereda di wajahku, ku lihat ibu menangis sesekali memohon agar mereka melepaskanku, tapi semua sudah terlambat pisau itu sudah mendekati perutku. darah keluar tapi aku tak merasa sakit, yang ku lihat ibu sudah tergeletak di lantai mereka kabur setelah menusukkan pisau itu ke perut ibu. aku lemas mengangkat kepala ibu tapi ibu tak menangis sedikitpun yang ada ibu hanya tersenyum dan berkata “io, ibu sayang kamu selamanya” sampai ibu menutup matanya untuk selamanya. aku tereak sekencangnya aku tak pantas untuk hidup ibu rela mati hanya untuk menyelamatkanku. aku tak bisa memaafkan diriku sendiri terlalu banyak dosa aku sama ibu…
Di hari pemakaman tak ada orang-orang selain aku dan ify, aku menangis memegang nisan ibu ku ingat semua kesalahan yang selama ini aku lakuin, aku berdosa bu, maafin rio ujarku. ify memberiku semangat agar aku ikhlas menerima semua takdirku. selamat jalan bu doaku slalu mengiringi langkahmu menuju surga.
kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupk ooohh putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku..
dalam hidupku..
Tamat
Maaf yah klo cerpennya masih kurang. Maaf juga kalo ada kata-kata yang tak enak di baca.
Comment masih aku tunggu.
Follow my twitter à @sunshinetasya
Dan bagi RFM follow twiter RFM à @RFM_Family
Sankkyu
Tasya….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar